Mengupas Tentang Jimat Azimat dan Rajah Sebagai Sarana Bertuah

Dalam artikel ini, kami mencoba sedikit mengupas mengenai Jimat atau azimat dan rajah sebagai benda bertuah warisan leluhur. Entah dipungkiri atau tidak hingga sekarang masih banyak orang yang menggunakan jimat.

Jimat

Hingga kini masih banyak orang yang percaya bahwa jimat memiliki keukatan spiritual yang memiliki manfaat positif bagi pemliknya. Azimat dianggap sebagai sarana yang bisa membantu manusia untuk membantu menyelesaikan problematika kehidupan.

Wikipedia menjelaskan pengertian Jimat, Azimat atau Tamimah merupakan sejenis barang atau tulisan yang digantungkan pada tubuh, kendaraan, atau bangunan dan dianggap memiliki kesaktian untuk dapat melindungi pemiliknya, menangkal penyakit dan tolak bala.”

Pengertian Jimat bila berasal dari bahasa Portugis, fetitico, dan berasal dari kata latin factitius berarti sesuatu yang berhubungan dengan magic atau sesuatu yang ada pengaruh dan efeknya. Jimat yang digunakan memberikan kekebalan dan perlindungan, kekuatan dengan tujuan mempertahankan kekuasaan dan hidup agar disegani manusia dan aman dari gangguan iblis.

John M Gobay mengatakan bahwa Jimat adalah benda yang berkuasa atau dianggap sakti atau berjiwa dapat menolak penyakit dan menyebabkan kebal. Kata jimat berasal dari bahasa Arab “Adzimat” artinya yang dimuliakan. Azimat adalah suatu benda atau sejenisnya yang disakralkan oleh pembuatnya atau pemakainya. Azimat ada yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, batu, air yang mengkristal, hewan, manusia dan bahkan lainnya yang sengaja dibuat oleh manusia atau tercipta oleh proses alam bahkan ada juga dari alam gaib dan perhiasan yang disebut amulet ini biasa dipakai dalam praktek ocultisme.

Jimat

Dari At-Tamhid lisyarhi Kitabi at-Tauhid karya Syaikh Shalih bin Abdul Aziz alu asy-Syaikh menjelaskan “Azimat merupakan segala sesuatu yang diyakini menjadi sebab datangnya manfaat atau hilangnya kesulitan, namun bukan merupakan sebab yang dibolehkan oleh syari’at (baik secara syar’i atau qodari)”.

Secara syar’i berarti ditunjukan oleh dalil yang benar (Al-Qur’an atau Hadits shahih) sedangkan secara qodari berarti terbukti secara ilmiah. Jadi, benda yang dijadikan azimat tidak harus yang bernuansa mistis dan ngeri, namun sebuah gelas dapat menjadi azimat jika diyakini menjadi sebab dapat menyembuhkan penyakit. Contoh azimat yang tersebar meluas di Indonesia antara lain: azimat penglaris, rajah, susuk, dan lain-lain.

Sementara  RAJAH adalah kertas yang ditulisi asmak, huruf, angka atau simbol khusus dengan tujuan mendapatkan keberkahan dari Allah untuk urusan tertentu. Sehingga bisa dikatakan bila pada prinsipnya AZIMAT dan RAJAH adalah sama.

Dalam budaya Jawa, Jimat dikenal juga sebagai “cekelan” yakni sebuah benda berenergi spiritual yang dipelihara atau dirawat seseorang dengan dibarengi suatu maksud dan tujuan tertentu.

Adapun bentuknya diantaranya berbentuk kertas bertuliskan huruf tertentu, uang koin, akik, gelang, sampai berupa jimat yang tidak terlihat yang ditanamkan atau dimasukkan ke dalam tubuh.

Dalam tradisinya, Jimat digunakan sebagai usaha batin seseorang untuk meningkatkan kepercayaan seseorang untuk memperoleh atau mencapai sesuatu. Agar azimat bisa berkhasiat dan berkah, sebaiknya Anda mencari pendamping/penasihat spiritual agar Anda mendapatkan panduan yang benar.

jimat

BACA JUGA KHASIAT HURUF HIJAIYYAH BA, JIM, HA’

WhatsApp chat