Mengenal Sangkan Paraning Dumadi

Dalam hidup ini, manusia-khususnya masyarakat Jawa senantiasa diingatkan untuk memahami filosofi kejawen, sangkan paroning dumadi. Apa sebenarnya makna dari sangkan paroning dumadi itu? Tidak banyak orang yang mengetahuinya.

Padahal, jika kita belajar tentang Sangkan Paraning Dumadi, maka kita akan mengetahui ke mana tujuan kita setelah hidup kita berakhir.

Jadi, Apa itu Sangkan Paraning Dumadi? Untuk memahami konsep sangkan paroning dumadi, simaklah percakapan antara murid dengan guru berikut:

Murid “Guru, tolong jelaskan kepadaku apakah ilmu sangkan paroning dumadi itu?”

Guru “Sangkan paron adalah pengetahuan tentang dari mana kamu berasal dan ke mana tujuan. lebih mudahnya adalah ilmu tentang jalan pulang. Di mana rumah asalmu sebenarnya, maka ke sanalah kamu akan pulang. Ketahuilah Muridku bahwa sesungguhnya tiap-tiap apa yang berasal akan kembali ke asal itu.

Dirimu terdiri dari dua unsur, jasmani sebagai badan dan rohaniah sebagai isi. Ibarat sangkar dengan burungnya, jika sangkar sudah rusak maka· burung akan terlepas. Jasmani dan rohanimu mempunyai asal masing-masing dan jalan pulang sendirisendiri.

Jasmanimu dicipta dari unsur alam ini. Tanah (bumi), udara (angin), api (panas), dan air. Karena asalnya dari bahan sari pati alam, maka kelak akan kembali ke alam lagi.

Yang tanah kembali kepada tanah, yang angin kembali kepada angin, yang api kembali kepada api, dan yang air akan menyatu kembali kepada air.

Urut-urutannya adalah demikian. Sari pati tanah, udara, panas, dan air diisap oleh tumbuhan, kemudian diproses menjadi sari makanan. Tumbuhan tersebut ada yang dimakan hewan dan ada pula yang dimakan langsung oleh man usia. Hewan yang memakan tumbuhan itu pun akhirnya dimakan manusia.

Akhirnya, sari pati makanan yang berasal dari unsur alam tersebut diproses dalam diri manusia laki-Iaki menjadi air mani. Sedangkan, pada manusia perempuan diproses menjadi sel telur. Dari pertemuan antara air mani lelaki dan
sel telur perempuan itulah, kemudian berubah menjadi tubuh jabang bayi.

Semua proses itu terjadi karena kekuasaan dan kehendak Tuhan. Bayi tumbuh menjadi dewasa, tua, kemudian mati. Bahkan, perkara mati ini ada yang mati waktu bayi, waktu remaja, maupun sudah tua.

Itu semua terserah pada ‘jangka-Nya’ terhadap masing-masing individu. Ketika manusia mati, tubuhnya ditinggalkan di alam dunia ini lagi.

Itulah penjelasan singkat tentang percakapan sang guru dengan murid yang bisa menjawab pertanyaan Anda tentang apa itu sangkan paraning dumadi. Semoga bermanfaat, salam rahayu.

WhatsApp chat